TRIBUNNES.COM, NGAMPRAH- 35 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sementara jumlah bodypack yang diserhakan Basarnas berjumlah 80.
“Yang dibawa Basarnas dari lokasi ada 50 bodypack, dari jumlah itu yang sudah terindentifikasi 35 dan 15 jenazah lagi masih proses identifikasi dari DVI,” kata Incident Commander bencana longsor Cisarua Bandung Barat, Ade Zakir Rabu (28/1/2026).
Rapat lintas instansi telah dilakukan untuk memvalidasi data korban dan bangunan yang terdampak longsor.
Hasilnya, bencana longsor teridentifikasi melanda 3 kampung di Desa Pasirlangu meliputi RT 5 dan RW 11 Kampung Pasirkuning, RT 1 RW 10 Kampung Pasirkuda, dan RT 6 RW 7 Kampung Babakan Cibudah. Dari 3 kampung itu, ada 1 musala dan 48 rumah yang terdata dengan status rusak berat.
Dari hasil verifikasi, ada 158 warga yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 78 dinyatakan selamat dan 80 dalam pencarian.
Di sisi lain, Ade tak menampik bahwa jumlah pengungsi akibat longsor mengalami peningkatan pascaperistiwa longsor. Saat ini ada 564 dari 186 Kepala Keluarga yang tercatat sebagai pengungsi di posko Desa Pasirlangu.
“Jadi, data terbaru itu, untuk jumlah rumah rusak berat total 48 unit,” tandasnya.
Korban Jiwa
- Total bodypack ditemukan Basarnas: 50
- Jenazah teridentifikasi oleh Tim DVI: 35
- Jenazah masih proses identifikasi: 15
Baca juga: Operasi SAR Longsor Cisarua Hari Kelima, 32 Korban Masih Dicari
Bangunan Terdampak
Total kampung terdampak: 3 kampung di Desa Pasirlangu:
- RT 5 RW 11 Kampung Pasirkuning
- RT 1 RW 10 Kampung Pasirkuda
- RT 6 RW 7 Kampung Babakan Cibudah
Bangunan rusak berat: 48 rumah
Fasilitas ibadah rusak berat: 1 musala
Rencana Relokasi
Ade Zakir mengatakan, pihaknya belum mendapatkan lahan untuk relokasi para korban longsor.