Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan bertindak tegas terhadap perusahaan atau pihak yang melanggar hukum terkait dugaan pembalakan liar penyebab banjir di Sumatera.
- Kehadirannya di tengah pengungsi banjir di Tapanuli Selatan menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan rakyat dan mempercepat pemulihan pascabencana.
- Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga alam, bersikap waspada terhadap bencana, dan mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, BNPB, dan petugas lapangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintah akan bertindak tegas terhadap perusahaan maupun pihak mana pun yang melanggar aturan dan hukum terkait pembalakan liar yang diduga menjadi penyebab bencana banjir di Sumatra.
Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menjalani malam pergantian tahun bersama pengungsi bencana banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026).
“Kita akan bertindak tegas. Semua perusahaan semua pihak yang melanggar akan kita tertibkan semuanya yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang akan kita cabut. Kita tidak akan ragu-ragu bertindak demi kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan terutama kepentingan rakyat kita,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan kehadirannya di tengah pengungsi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan rakyat yang sedang menghadapi musibah.
“Percayalah bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu, tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita akan bersama,” kata Prabowo.
Baca juga: Saat Presiden Prabowo Jajal Jembatan Bailey Sungai Garoga Sepanjang 44 Meter
Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga alam dan bersikap waspada terhadap potensi bencana. Menurutnya, alam harus dihormati dan dirawat agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.
“Alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat. Tidak boleh kita rusak, tapi kita waspada karena memang alam sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua,” ujarnya.
Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Termasuk membuka kembali akses desa yang sebelumnya terisolasi serta membangun jembatan darurat dalam waktu singkat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, serta seluruh petugas yang bekerja siang dan malam di lokasi bencana.
“Saya tanya ada yang sudah 20 hari, berminggu-minggu di sini. Terima kasih sekali lagi kepada semua petugas yang bekerja,” tandasnya. (*)