[ad_1]
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menduga pelaku teror terhadap sejumlah aktivis dan influencer yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera adalah orang yang tidak memiliki aktivitas jelas dan kemungkinan pengangguran.
- Ia menilai aparat penegak hukum akan menghadapi tantangan dalam mengungkap pelaku maupun pihak yang menyuruh.
- Nasir mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap orang mencurigakan di lingkungan sekitar dan menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menduga, pelaku teror terhadap sejumlah aktivis dan influencer baru-baru ini, dapat dikategorikan sebagai orang yang tidak memiliki aktivitas jelas dan sangat mungkin merupakan pengangguran.
Teror tersebut terjadi setelah mereka mengkritik lambannya penanganan bencana di Sumatera.
Nasir Djamil sendiri adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Aceh II.
“Boleh dibilang peneror itu kurang kerjaan dan sangat mungkin adalah orang pengangguran,” kata Nasir Djamil kepada Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026).
Nasir menilai, aparat penegak hukum akan menghadapi tantangan dalam mengungkap pelaku maupun pihak yang diduga menyuruh melakukan aksi teror tersebut.
Sebab itu, Nasir mengimbau warga agar lebih peka terhadap keberadaan orang-orang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka yang mengalami teror.
“Karena itu, kepada warga masyarakat mewaspadai gerak-gerik dari orang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka,” ucap legislator Fraksi PKS itu.
Nasir menambahkan, pelaku teror umumnya memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi dan minim pengawasan untuk melancarkan aksinya.
Oleh sebab itu, penguatan sistem keamanan lingkungan dinilai penting sebagai langkah pencegahan.
“Sebab peneror itu biasanya melakukan aksinya saat di waktu sepi atau lingkungan yang tidak kondusif dan ramah CCTV,” tandasnya.
Di tengah penanganan bencana banjir bandang Sumatra, sejumlah aktivis, aktor, dan influencer (pemengaruh media sosial) mendapat teror karena mengkritik penanganan pasca-bencana oleh pemerintah.
Tercatat, hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.
Mereka adalah:
- Aktor Yama Carlos,
- Kreator konten Sherly Annavita,
- Kreator konten DJ Donny,
- Aktivis lingkungan Iqbal Damanik.
Bangkai Ayam, Bom Molotov, Hingga Perusakan Kendaraan
Laman resmi Greenpeace Indonesia menyatakan Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam tanpa pembungkus pada Selasa (30/12/2025).
[ad_2]