Teheran Kecam Dukungan Trump untuk Demonstran Iran: AS Jangan Ikut Campur Urusan Domestik Kami

Ringkasan Berita:

  • Donald Trump mengancam akan membantu demonstran Iran jika pemerintah Teheran menembaki pengunjuk rasa yang saat ini telah menewaskan sedikitnya tujuh orang.
  • Pemerintah Iran mengecam keras pernyataan Trump dan menilai campur tangan AS berbahaya serta dapat mendestabilisasi kawasan Timur Tengah.
  • AS memiliki riwayat tekanan terhadap Iran, termasuk sanksi, penarikan dari kesepakatan nuklir, dan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran pada 2025.

TRIBUNNEWS.COM – Peringatan keras disampaikan oleh pemerintah Iran terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat  Donald Trump soal demonstrasi besar yang tengah terjadi di negaranya.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pada hari Jumat (2/1/2026) Donald Trump mengancam akan turun tangan membantu para pengunjuk rasa di Iran jika pemerintah Teheran nekad menembaki mereka.

“Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan mereka. ” cuit Trump.

Adapun ucapan Trump ini muncul di tengah kerusuhan di Iran yang kian membara dan telah menewaskan beberapa orang.

Setidaknya tujuh orang telah tewas, dan rekaman video menunjukkan pasukan keamanan membawa senapan dengan suara tembakan terdengar di latar belakang.

Komentar Trump tersebut juga secara tidak langsung merespons pernyataan seorang pejabat lokal di Iran barat, tempat beberapa kematian dilaporkan.

Dikutip oleh media negara Iran, IRNA, pejabat tersebut memperingatkan bahwa setiap kerusuhan atau pertemuan ilegal akan dihadapi “secara tegas dan tanpa ampun”.

Pernyataan yang diduga justru meningkatkan eskalasi di Iran ini sepertinya memicu langkah Trump untuk segera turun tangan.

TRUMP TELEPON THAILAND – Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). (YouTube Reuters)

“Kami telah siap sedia dan siap bergerak, Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! ” ungkapnya dalam sebuah unggahan yang dibagikan di platform Truth Social. 

Menanggapi komentar Trump tersebut, pejabat tinggi Iran Ali Larijani memperingatkan bahwa campur tangan AS dalam urusan domestik Iran akan berakibat pada destabilisasi seluruh Timur Tengah. 

Hal senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Abbas menyebut pernyataan Trump sebagai “sembrono dan berbahaya,” serta mengatakan bahwa militer Iran juga telah bersiaga penuh jika AS ikut campur dengan masalah domestik mereka. 

Baca juga: Trump-Netanyahu Teken Kontrak Baru: AS Lepas 50 Jet Tempur F-15IA Seharga Rp144 T ke Israel

Ia juga menyatakan bahwa protes-protes tersebut sebagian besar berlangsung damai, namun serangan terhadap fasilitas umum tidak akan ditoleransi.

“Mengingat Presiden Trump sendiri pernah mengerahkan Pengawal Nasional di dalam wilayah Amerika Serikat, seharusnya ia lebih memahami bahwa serangan kriminal terhadap fasilitas umum tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Menanggapi ancaman intervensi Trump, Ali Shamkhani, penasihat pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, juga memperingatkan bahwa keamanan nasional Iran merupakan “garis merah, bukan bahan untuk cuitan petualangan.”



About admin

Check Also

Two Love Island hunks set to sign up for All Stars as cast fly out of UK for new series

LOVE Island hunks Reuben Collins and Sean Stone are set to sign up for the …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *