Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi forum ekonomi global World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos-Klosters, Swiss pada Senin hingga Jumat, 19-23 Januari 2026.
World Economic Forum 2026 sendiri mengusung tema “A Spirit of Dialogue” dan menjadi wadah pertukaran gagasan yang terbuka serta kolaboratif di tengah dinamika geopolitik global.
Menurut SBY, WEF 2026 membawa kabar yang baik.
Sehingga, ia berharap forum tersebut memberi harapan bahwa dunia tak lagi mengarah ke situasi yang berbahaya.
Hal ini disampaikan SBY hanya beberapa hari setelah ia menyampaikan kekhawatirannya mengenai kerawanan dan potensi terjadinya krisis global, atau bahkan Perang Dunia III, mengingat kondisi geopolitik dan arah perkembangan dunia akhir-akhir ini yang memanas.
Kekhawatiran tersebut, sebelumnya dia paparkan melalui sebuah cuitan di akun media sosial X (dulu Twitter), @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026) lalu.
“Saya pikir banyak good news ya, paling tidak memberikan harapan bahwa dunia kita mudah-mudahan tidak menuju ke arah yang membahayakan,” kata SBY, dikutip dari video pernyataannya yang diunggah di kanal YouTube Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (24/1/2026).
“Nah, setelah saya ikuti, saya harus mengatakan sejumlah hal, yang menurut saya memberikan harapan. So, a good news from Davos.”
5 Kabar Baik dari WEF 2026 di Davos, Swiss Menurut SBY
SBY yang merupakan Presiden RI ke-6 periode 2004-2009 dan 2009-2014 itu mengungkap, ada lima kabar baik yang muncul dari digelarnya WEF 2026.
Ia berharap, WEF 2026 dapat menjadi game changer yang bisa mengubah situasi dunia yang memanas, sekaligus dinanti bagaimana implementasi dan realisasi dari komitmen-komitmen di dalamnya.
Baca juga: Tandatangani Board of Peace, Prabowo: Penderitaan Rakyat Gaza Sudah Sangat Berkurang
1. Presiden AS Donald Trump Melunak Soal Greenland
SBY menyebut, kabar baik pertama adalah melunaknya sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait obsesinya untuk mencaplok Greenland, pulau terbesar di dunia yang merupakan negara otonom di bawah kekuasaan Kerajaan Denmark.
Sebelumnya, pada Sabtu (17/1/2026) lalu, Donald Trump menyatakan, dirinya akan menaikkan tarif sebesar 10 persen atas barang dari 8 negara Eropa (Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris) mulai 1 Februari 2026, sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland.
Ia mengancam, tarif akan naik lagi menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026, jika kesepakatan tak juga tercapai hingga saat itu.
Namun, setelah WEF 2026, Donald Trump mengumumkan adanya “kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland” berdasarkan pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.