Ringkasan Berita:
- Tren musik saat ini cukup didominasi dengan lagu-lagu bernuansa timur yang digunakan di berbagai platform media sosial. Mulai dari genre pop, hip-hop sampai elektrik dengan perpaduan bahasa timur.
- Big Bang Stage Timur All Stars merupakan sebuah wadah apresiasi dan memperkuat eksistensi serta budaya bernuansa Timur Indonesia.
- Tujuan membawa musik Indonesia Timur ke panggung internasional bisa membawa efek domino.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren musik saat ini cukup didominasi dengan lagu-lagu bernuansa timur yang digunakan di berbagai platform media sosial.
Mulai dari genre pop, hip-hop sampai elektrik dengan perpaduan bahasa timur, cukup digemari berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Big Bang Stage Timur All Stars merupakan sebuah warna baru dalam industri festival musik di Indonesia.
Diselenggarakan pada Sabtu(10/1/2026) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, festival musik ini mempertemukan para musisi Timur dalam satu panggung yang megah.
Para musisi seperti Fresly Nikijuluw, Juan Reza, Wizz Baker, Toton Caribo, Doddie Latuharhary, Vicky Salamor, Mitha Talahatu, Willy Sopacua, Mario G Klau dan Moluccan Soul akan membawa semangat Timur untuk dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
“Big Bang Stage Timur All Stars merupakan sebuah wadah apresiasi dan memperkuat eksistensi serta budaya bernuansa Timur Indonesia. Kami harap penyelenggaraan ini merupakan sebuah langkah awal agar karya dan budaya saudara kita dari Timur lebih dikenal terutama di industri musik Indonesia”, ujar Direktur PT Expo Indonesia Jaya selaku penyelenggara, Novry Hetharia dalam pernyataannya, Minggu(11/1/2026).
Big Bang Stage Timur All Stars dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam rangkaian opening ceremony sebagai wujud dukungan dari Provinsi Maluku.
Ia mengatakan event tersebut merupakan panggung pembuktian, bahwa musisi muda dari Indonesia Timur bukan hanya pelengkap, tetapi telah menjadi poros utama industri kreatif dan musik di tanah air.
“Saya berharap event begini akan menjadi ajang untuk melahirkan musisi-musisi tanah air. Agar genre Indonesia Timur bisa menjadi ikon musik nasional dan bisa juga mendunia,” ujar Hendrik.
Menurutnya, apabila budaya Indonesia Timur bisa menembus luar negeri, dampaknya bukan hanya untuk musisi, tapi untuk seluruh ekosistem budaya Indonesia.
Karena itu lanjut Hendrik tujuan membawa musik Indonesia Timur ke panggung internasional bisa membawa efek domino.
“Tujuan kami bukan cuma membawa musik Timur ke panggung internasional, tapi membawa seluruh budayanya. Musiknya masuk, maka efek dominonya ikut jalan: budaya, pakaian, makanan, semuanya bisa go international,” kata Gubernur.
Baca juga: Kemeriahan Big Bang Festival Berlanjut, Panitia Harap Pemprov DKI Sediakan Angkot di Kemayoran
“Seperti Korea: saat musik dan dramanya masuk, budayanya ikut masuk. Itu yang ingin kami ciptakan untuk Indonesia Timur,” tambah Hendrik.