Ringkasan Berita:
- Media Iran, Iran International mengeluarkan laporan independen mengenai jumlah korban tewas akibat demonstrasi yang tengah terjadi di negara tersebut.
- Sejak Desember 2025, jumlah korban tewas akibat demonstrasi di Iran mencapai 12.000 orang.
- Jumlah korban tewas tersebut sebagian besar terjadi pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026 selama pemadaman internet yang sedang berlangsung.
TRIBUNNEWS.COM – Demonstrasi besar-besaran di Iran yang berlangsung sejak Desember 2025 lalu telah memakan korban jiwa sebanyak 12.000 orang.
Menurut sumber-sumber senior pemerintah dan keamanan, jumlah korban tewas tersebut sebagian besar terjadi pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026 selama pemadaman internet yang sedang berlangsung.
Pembunuhan itu dilakukan atas perintah langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran International melaporkan, Iran berada di bawah pemadaman informasi terkoordinasi yang bertujuan tidak hanya untuk kontrol keamanan, tetapi juga untuk menyembunyikan kebenaran.
Pemutusan internet, komunikasi yang lumpuh, penutupan media, dan intimidasi terhadap jurnalis dan saksi mengarah pada satu tujuan: mencegah kejahatan besar dan bersejarah agar tidak terlihat.
Media massa di dalam negeri telah ditutup.
Ratusan surat kabar nasional dan lokal, sebuah perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pers Iran, telah bungkam sejak Kamis (8/1/2026).
“Ini bukanlah pengendalian krisis. Ini adalah pengakuan rasa takut bahwa kebenaran akan terungkap,” tulis Iran International.
Saat ini, selain Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), hanya segelintir situs berita yang masih aktif di dalam negeri.
Situs-situs tersebut pun beroperasi di bawah sensor dan kendali langsung lembaga keamanan.
“Setelah melalui verifikasi dan penilaian yang cermat, Iran International akan mempublikasikan temuannya dan menyediakannya kepada semua badan dan lembaga internasional yang relevan,” tulis pernyataan Iran International.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Kekuatan Militer Iran vs AS – Khamenei Unggah Foto Trump Seperti Firaun
“Republik Islam tidak dapat menyembunyikan kejahatan ini dengan mengisolasi rakyat Iran dari dunia,” lanjutnya.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran terkait rencana eksekusi mati terhadap para pengunjuk rasa.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan akan ada konsekuensi berat jika Teheran tetap melanjutkan hukuman gantung tersebut.
“Jika Iran mengeksekusi para demonstran ini, Amerika Serikat akan mengambil tindakan yang sangat tegas dan kuat,” tulis Trump dalam unggahannya, dikutip dari Anadolu.