Ringkasan Berita:
- Jared Kushner memaparkan rencana membangun kembali Gaza mencakup hunian mewah, fasilitas publik modern, dan kota pesisir baru, dengan tujuan menciptakan model kota Timur Tengah modern.
- Pembangunan dibagi menjadi Rafah (hunian & pariwisata), Khan Younis (industri & pendidikan), Kamp Pusat (pengungsi & bantuan kemanusiaan), dan Kota Gaza (pemerintahan & komersial).
- Namun lebih dari 90 persen bangunan rusak sejak 2023, puing-puing masih menumpuk, dan faktor cuaca & sosial memperlambat pembangunan.
TRIBUNNEWS.COM – Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump sekaligus pengusaha real estate, memaparkan rencana ambisius Washington untuk membangun kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang.
Adapun rencana tersebut mencakup pembangunan kawasan pesisir, hunian mewah, serta fasilitas publik modern, dengan estimasi biaya lebih dari 25 miliar dolar AS.
Kushner menyampaikan rencana ini dalam acara penandatanganan Dewan Perdamaian di Davos, Kamis (22/1/2026).
Dalam laporannya ia menekankan pembangunan kota Gaza bakal dikebut dengan menargetkan fasilitas publik yang lengkap.
Mulai dari pusat pendidikan hingga rumah sakit dengan tujuan mereplikasi model pembangunan kota Timur Tengah modern.
“Kami telah mengembangkan cara untuk membangun kembali Gaza. Potensi Gaza sangat besar, dan ini untuk rakyat Gaza,” kata Kushner sebagaimana dikutip dari ABC News.
Rekonstruksi Gaza Dibagi Empat Zona Strategis
Tak sampai disitu, Kushner juga mengungkap pembangunan Gaza rencananya dilakukan secara sistematis dengan membagi wilayah menjadi empat zona utama, masing-masing dengan fokus pembangunan dan fungsi berbeda.
Zona pertama, Rafah, akan dikembangkan sebagai pusat hunian permanen terbesar.
Kushner menjanjikan lebih dari 100.000 unit rumah, ratusan fasilitas pendidikan, pusat budaya, dan layanan kesehatan.
Kawasan ini juga dirancang untuk mendukung pariwisata pesisir, termasuk menara hunian, hotel, dan vila mewah, berpadu dengan fasilitas olahraga dan pertanian.
Zona kedua, Khan Younis, akan menjadi pusat industri dan pendidikan.
Baca juga: Iran Soroti Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza: Kami Pihak yang Tidak Mengakui Rezim Zionis Israel
Fokus di sini adalah membangun kawasan ekonomi yang modern, termasuk pusat manufaktur canggih, fasilitas data, dan area penelitian, sambil tetap menyediakan hunian dan layanan publik untuk penduduk lokal.
Zona ketiga, Kamp Pusat, difokuskan sebagai area transisi dan bantuan kemanusiaan.
Selama fase awal rekonstruksi, zona ini akan menampung pengungsi dan menyediakan layanan darurat, termasuk tempat tinggal sementara, fasilitas medis, dan distribusi bantuan pangan.
Zona keempat, Kota Gaza, dirancang sebagai inti pemerintahan dan komersial. Kawasan ini akan menampung pusat administrasi, kantor, pasar modern, serta fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat budaya.