Ringkasan Berita:
- Kisah pasutri pendeta jadi korban banjir bandang di Tapanuli Tengah (Tapteng).
- Banjir datang saat keduanya sedang sarapan, sang suami selamat setelah lompat ke tempat tinggi dan naik pohon hingga bukit.
- Sang istri lebih dulu terbawa banjir hingga jenazahnya ditemukan 3 kilometer dari rumah mereka.
TRIBUNNEWS.COM, TUKKA – Keluarga Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57) dan istrinya yang juga pendeta, Lea Felanie (59) memberikan kesaksian di tengah banjir bandang yang melanda rumah mereka di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Di tengah amukan banjir bandang itu, Pendeta Irwanner masih merasakan mukjizat bisa selamat setelah memanjat pohon dan naik ke bukit.
Sementara sang istri, Pendeta Lea Felanie terbawa air banjir bandang.
Jenazahnya ditemukan sejauh 3 Kilometer dari kediaman mereka, dekat pasar tradisional Tukka, pada Minggu (14/12/2025) sore.
Banjir Bandang Datang saat Pendeta Irwanner dan Pendeta Lea Felanie Sedang Sarapan
Betty Trifena Ritonga, anak ketiga korban menceritakan pagi itu, Pendeta Lea Felanie dan suaminya, Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57), sedang sarapan.
Mereka menyadari wilayah sudah diguyur hujan deras berhari-hari.
Setelah sarapan, Lea Felanie beres-beres, sementara suaminya masih duduk.
Baca juga: Mukjizat! Nenek 71 Tahun dan Pria Lumpuh di Tapteng Selamat dari Banjir Bandang Kayu Gelondongan
Tiba-tiba, Pendeta Irwanner mendengar suara keras kayu menghantam pintu gereja yang berdempetan dengan rumah mereka.
Kayu besar terlihat merusak pintu dari arah perbukitan.
Dalam sekejap, air bah dan material longsor datang dengan cepat.
Perpisahan Tragis dan Mukjizat Sang Suami
Pendeta Irwanner bertindak spontan.
“Bapak melompat ke rumah sebelah dan manggil mama, ‘Ayok, sudah banjir!'” cerita Betty Trifena Ritonga, anak ketiga korban.