Serbuan Segera Amerika Serikat ke Iran, Israel Siaga Ikutan Menyerang
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Senin (12/1/2025) mengisyaratkan serangan segera negara tersebut ke Iran.
Trump mengklaim kalau pejabat Iran telah menghubunginya untuk bernegosiasi setelah ia mengancam akan melancarkan serangan di tengah demonstrasi massal yang telah terjadi di negara itu selama lebih dari dua minggu.
Namun, Trump membalas tawaran negosiasi itu dengan pernyataan kalau AS kemungkinan akan lebih dulu menyerang bahkan sebelum negosiasi itu terjadi.
Baca juga: Khamenei Unggah Foto Trump Seperti Firaun, AS Beri Kode Serang Iran Paling Cepat Pekan Depan
“Para pemimpin Iran menelepon kemarin. Pertemuan sedang direncanakan… Mereka ingin bernegosiasi, tetapi kami mungkin harus bertindak sebelum pertemuan dapat berlangsung,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, dilansir Khaberni, Senin.
Presiden AS mengatakan kalau ia sedang berkomunikasi dengan para pemimpin oposisi Iran, sebuah indikasi kalau AS memang memberi dukungan langsung terhadap demonstrasi massal yang sedang berlangsung di Iran.
Trump juga menambahkan kalau pemerintahannya sedang berupaya menyediakan akses internet bagi warga Iran.
Dia bahkan menyatakan kalau dirinya telah membahas hal ini dengan miliarder AS, Elon Musk, pemilik Starlink, penyedia internet satelit.
Trump mengatakan pada Senin pagi bahwa ia sedang mempertimbangkan berbagai tanggapan terhadap meningkatnya kerusuhan di Iran, termasuk kemungkinan opsi militer.
“Kami mengamatinya dengan sangat serius, militer juga mengamatinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” katanya.
Opsi Amerika
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump telah diberi pengarahan tentang berbagai opsi untuk melancarkan serangan militer di Iran, termasuk situs-situs sipil, dan bahwa ia serius mempertimbangkan untuk mengizinkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam konteks ini, surat kabar Amerika “The Wall Street Journal” mengutip pernyataan para pejabat Amerika yang mengatakan kalau Trump akan menerima pengarahan besok, Selasa (13/1/2026), mengenai pilihan-pilihan spesifik untuk menanggapi protes di Iran.
Menurut sumber surat kabar tersebut, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Keane diperkirakan akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Surat kabar itu menjelaskan kalau pertemuan besok akan membahas langkah-langkah selanjutnya, yang mungkin termasuk memperkuat sumber-sumber anti-pemerintah Iran di internet, melancarkan serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap rezim tersebut, dan melancarkan serangan militer.
Wall Street Journal mencatat bahwa Trump diperkirakan tidak akan membuat keputusan akhir tentang Iran selama pertemuan tersebut, terutama karena pembahasan masih dalam tahap awal, dan beberapa pejabat telah menyatakan kekhawatiran bahwa intervensi dapat membantu propaganda rezim Iran.
Keraguan Para Anggota Parlemen AS